Senin, 14 Mei 2012

Kenapa Harus Setyowati, Madrim?




kesetiaan itu, madrim, bukan air mata melinang tulang jasad nasib
gunadarma di bawah relief candi buda yang dilukisnya sendiri, bukan!
bukan sendu pilu sinta mengiring perjalanan asing rama di hutan
dandaka, bukan! bukan pula warna-warni pelangi menabiri pagi
sehabis berhujan, bukan! kesetiaan bukan demikian, madrim!

seperti langgam asmarandana sidoasih, kesetiaan adalah langit
mewingit tulisan di daun lontar: jatayu binasa di tangan angkara
murka, dasamuka. demi? Tidak demikian, madrim!
jatayu tak hendak mengabdi karena kesetiaan bukan abdi, dan
bukan ketiak sorak serak rama-sinta. Tidak juga untuk menjadi
penyair, karena apalah arti sebuah kata yang nyinyir berlendir?

kesetiaan itu, madrim, dirimu, melanggam kidung wuyung
setyowati, menterjemah tawa cicak di langit-langit resah, tuan
mewangsit sengit:

biarkan setyowati melakoni bulan madu kedua, di dada
biar saja gemuruh luruh menjadi hujan semalaman, sebab
kesetiaan ibarat hujan, air membasah tanpa harus sebab!
lalu, kenapa harus setyowati, madrim?
Kenapa harus!

Puja Sutrisna, 05 Mei 2012

http://www.bengkelpuisi.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar